Matematika Akuntansi



Blog kami menyediakan banyak sekali materi matematika, Bahkan hampir lengkap

Blog kami akan semaksimal mungkin memberikan materi-materi akuntansi yang mudah difahami.

Ekonomi adalah materi tambahan di blog kami.

Blog kami menyediakan hiburan seputar matematika, akuntansi, dan ekonomi
Artikel Terbaru

Sunday, May 28, 2017

Bentuk Sertifikasi Bagi Akuntan Manjemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Bentuk Sertifikasi Bagi Akuntan Manjemen, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Ada tiga bentuk sertifikasi utama yang tersedia bagi akuntan manajemen, diantaranya adalah :
  1. CMA (Certifeid Management Accountant)
  2. CPA (Certified Public Accountant)
  3. CIA (Certified Internal Accountant)

1. CMA (Certifeid Management Accountant)

CMA adalah sebuah sertifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus bagi akuntan manajemen. Penghargaan terhadap CMA terus meningkat dan sertifikasi tersebut sekarang diakui oleh dunia industri.

2. CPA (Certified Public Accountant)

CPA merupakan sertifikasi yang paling tua dan paling terkenal dalam akuntansi, diharuskan bagi akuntan yang menjadi auditor eksternal memiliki CCertified Public Accountant.

3. CIA (Certified Internal Accountant)

CIA merupakan sertifikasi bagi auditor internal, dan juga diakui dalam dunia industri.

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Fokus Terkini dalam Akuntansi Manajemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Fokus Terkini dalam Akuntansi Manajemen, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !
Lingkungan bisnis yang berubah begitu cepat sangat mempengaruhi perkembangan konsep dan praktik akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen harus mampu menyediakan informasi yang memungkinkan manajer untuk berfokus pada nilai pelanggan (costumer value), manajemen mutu total (total quality management), kompetisi berbasis waktu (time based competition) dan pemanfaatan teknologi informasi.


Berikut ini fokus terkini dalam akuntansi manajemen :
  • Aktivity Based Management
  • Orientasi Pada Pelanggan
  • Penempatan Startejik
  • Kerangka Kerja Rantai Nilai

Aktivity Base Management

Manjemen berbasis aktivitas adalah suatu sistem yang luas dan terintegritas yang berfokus pada perhatian manajemen terhadap aktivitas, bertujuan untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba yang dihasilkan

Orientasi Pada Pelanggan

Orientasi pada pelanggan merupakan perbedaan antara apa yang diperoleh pelanggan dengan apa yang diberikan pelanggan.

Penempatan Stratejik

Manajemen biaya stratejik merupakan penggunaan informasi biaya untuk mengembangkan dan mengidentifikasikan strategi yang lebih baik yang akan menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan.

Kerangka Kerja Rantai Nilai

  • Rantai nilai internal merupakan rangkaian aktivitas yang diperlukan untuk mendesain, mengembangkan, memproduksi, memasarkan, & mendistribusikan produk dan jasa kepada pelanggan;
  • Rantai nilai industri merupakan rangkaian aktivitas penciptaan nilai yang terhubung mulai dari bahan baku mentah sampai dengan pembuangan produk akhir oleh pengguna akhir.
Dalam pengelolaan rantai nilai, seorang akuntan manajemen harus mampu memahami berbagai jenis bisnis, dari manufaktur sampai dengan pemasaran. Penakanan pada kualitas ini menciptakan tuntunan atas suatu sistem akuntansi manajemen yang menyediakan informasi keuangan maupun non keuangan tentang kualitas.

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wasasalamualiakum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Sejarah Singkat Tentang Akuntansi Manajemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Perbedaan dan Sejarah Singkat Tentang Akuntansi Manajemen, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !
Sebagian besar prosedur penentuan harga pokok (product costing) dan prosedur akuntansi internal yang digunakan di abad ini dikembangkan pada tahun 1880-1925. Pada tahun 1925, Prosedur akuntansi majemen lebih menitik beratkan pada penentuan biaya persediaan (inventory costing) untuk pelaporan eksternal. Pada tahun 1950an - 1960an. Dilakukan beberapa usaha untuk menigkatkan pemanfaatan secara manajerial dari sistem biaya tradisional. Pada tahun 1980an-1990an, diketahui bahawa banyak praktik akuntansi manajemen tradisional yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manajerial. Tindakan signifikan mulai dilakukan untuk mengubah konsep dan praktik akuntansi manajemen agar manajemen dapat meningkatkan mutu dan produktivitas serta mengurangi biaya dalam lingkungan bisinis yang semakin kompetitif. Ini menandai dimulainya era akuntansi manajeme konteporer.

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Saturday, May 27, 2017

Perbedaan dan Persamaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Perbedaan dan Persamaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Secara garis besar, akuntansi dibagi ke dalam dua bagian yaitu :
  1. Akuntansi Keuangan
  2. Akuntansi Managjemen

1. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan bertujuan untuk menyajikan informasi kepada pihak eksternal perusahaan, misalnya investor atau kreditor.

2. Akuntansi Manajemen

Akuntansi managemen bertujuan menyajikan informasi kepada pihak internal, yaitu manajemen perusahaan.

Persamaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen

Persamaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen adalah :
  • Keduanya dibangun atas dasar pertanggungjawaban. Manajemen sebagai wakil perusahaan harus mempertanggungjawabkan keuangan operasional perusahaan kepada semua pihak yang berkepentingan. Akuntansi keuangan berkaitan dengan operasi perusahaan secara keseluruhan, sedangkan akuntansi anajemen berkaitan dengan satuan-satuan pertanggungjawaban untuk menyediakan laporan pertanggung jawaban yang lebih terinci.
  • Akuntansi keuangan dan akuntansi pertanggungjawaban dibangun dalam suatu sistem akuntansi umum, tidak dalam suatu sistem yang terpisah. Selain karena penyelenggaraan dua sistem yang terpisah dilarang oleh pihak yang berwenang, hal tersebut juga akan sangat mahal untuk diimplementasikan karena memerlukan buku-buku akuntansi, waktu, dan tenaga ekstra.


Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen



Perbedaan
Akuntansi Manajemen
Akuntansi Keuangan
1
Target Pengguna
Berfokus pada penyediaan informasi untuk pengguna internal
Berfokus pada penyediaan informasi untuk pengguna external
2
Batas Input dan Proses
Tidak terkait aturan tertentu
Pelaporan akuntansi keuangan harus mengikuti prosedur akuntansi yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang (Bapepam & IAI di Indonesia)
3
Target Pengguna
Berfokus pada penyediaan informasi untuk pengguna internal
Berfokus pada penyediaan informasi untuk pengguna eksternal
4
Batasan Input dan Proses
Tidak terikat aturan tertentu
Pelaporan akuntansi keuangan harus mengikuti prosedur akuntansi yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang (Bapepam & IAI di Indonesia)
5
Jenis Informasi
Informasi keuangan & non keuangan, dimungkinkan juga informasi yang bersifat subjektif
Informasi keuangan yang bersifat objektif
6
Orientasi Waktu
Menanamkan pada informasi tentang peristiwa di masa depan
Mencatat dan melaporkan peristiwa yang sudah terjadi (data historis)
7
Tingkat Agregasi
Evaluasi internal dan pembuatan keputusan dilakukan berdasarkan informasi yang sangat detail
Informasi yang disediakan berfokus pada kinerja perusahaan secara keseluruhan
8
Kedalaman
Melibatkan aspek ekonomi manajerial, teknik industri dan ilmu manajemen (bersifat multidisipliner)
Lebih spresifik
9
Keakuratan VS Tapat waktu
Lebih menekankan pada ketepatwaktuan
Lebih menekankan pada keakuratan
10
Verifikasi VS Relevansi
Lebih menekankan pada relevasi terhadap perencanaan dan pengendalian
Lebih menekankan pada kemampua verifikasi

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wassalamualiakum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Sistem Informasi Akuntansi Manajemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup mmanajemen. Informasi akuntansi manajemen membantu manajer menjalankan perannya dalam melakukan aktivitas perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Manajer dan karyawan menggunakan informasi akuntansi manajemen untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah serta mengevaluasi kinerja.

Informasi akuntansi manajemen dikelola dalam suatu manajemen, yaitu manajemen informasi akuntansi manajemen. Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan output degan menggunakan inpun dan memprosesnya untuk mencapai tujuan khusus manajemen. Tidak ada suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari input atau proses, bahkan output dari sistem informasi akuntansi manjemen. Kriteria tersebut bersifat fleksibel dan tergantung pada tujuan tertentu yang hendak dicapai manajemen.

Tujuan Sistem Akuntansi Manajemen
Ada tiga tujuan utama sistem akuntansi manajemen, diantaranya adalah :
  1. Menyediakan informasi untuk pembiayaan jasa, produk, dan obyek lain yang menjadi kebutuhan/kepentingan manajemen;
  2. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutkan;
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Mengingat pentingnya informasi akuntansi manajemen ini, manajer dan penggunaan lainnya harus mengetahui bagaimana cara mengguanakannya. Apapun bentuk organisasinya, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa, manajer, harus memiliki kemampuan yang cukup dalam menggunakan informasi akuntansi.

Berikut ini adalah bagan sistem informasi akuntansi :

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wassalamualiakum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Macam-Macam Fungsi Manajemen

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Macam-Macam Fungsi Manajemen, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Sebuah perusahaan akan berjalan secara efektif dan efesien jika dikelola dengan cara yang tepat.
Ada beberapa orang tertentu yang mengelola perusahaan, diantaranya adalah :
  • Dewan komisaris;
  • Direktur;
  • Manajer.

Berikut ini adalah macam-macam fungsi manajemen :
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan dan Pemberian Motivasi
  4. Pengendalian

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan

Manajemen organisasi menentukan tujuan serta mengidentifikasikan strategi dan metode untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Pegorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian
Pengorganisasian meliputi pengaturan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan dan strategi yang ditetapkan, termasuk di dalamnya menggambarkan struktur perusahaan untuk membagi berbagai tanggung jawab, tugas, dan wewenang pada masing-masing bagian.

3. Pengarahan dan Pemberian Motivasi (Directing/Leading)

Pengarahan dan pemberian Motivasi
Proses ini melibatkan aktivitas operasional dari hari ke hari untuk menjaga kelancaran aktivitas organisasi, diantaranya adalah :
  • melalui pemberian tugas kepada karyawan
  • penyelesaian masalah rutin
  • penyelesaian konflik
  • komunikasi efektif

4. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian
Pengendalian berfungsi untuk mamastikan tercapainya tujuan organisasi. Aktivatas menejerial ini memonitor implementasi suatu rencana dan melakukan tindakan koreksi yang diperlukan. Pengendalian biasanya dicapai dengan menggunakan umpan balik, yaitu informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau memperbaiki langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan rencana.

Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.
Referensi :
  • Modul Akuntansi Manajemen

Friday, May 26, 2017

Buku Besar Dan Neraca Saldo Perusahaan Manufaktur

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Buku Besar Dan Neraca Saldo Perusahaan Manufaktur, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Buku Besar Perusahaan Manufaktur Dalam Sistem Perpetual

Buku besar perusahaan manufaktur yang menerapkan sistem perpetual diselenggarakan dengan cara yang sama seperti buku besar pada umumnya. Seperti telah dilakukan sebelumnya, perkiraan-perkiraan buku besar yang digunakan pada dasarnya sama dengan yang digunakan perusahaan dagang. Pekiraan-perkiraan buku besar yang berbeda hanyalah yang berkaitan dengan persediaan, aktiva tetap, dan perkiraan-perkiraan yang berhubungan dengan biaya manufaktur.

Perkiraan-Perkiraan Persediaan Dalam Perusahaan Manufaktur

Perkiraan-perkiraan buku besar mengenai persediaan dalam perusahaan manufaktur meliputi :
121 Bahan dan Perlengkapan Pabrik
122 Barang Dalam Penyelesaian
126 Barang Jadi
Dibuka dengan saldo menurut Neraca Saldo per 30 November 1988. Jumlah ini merupakan saldo persediaan per 30 Nevember 1988 setelah persediaan awal 1 Januari 1988 ditambahkan dan dikurangi dengan perubahan yang terjadi dalam persediaan sampai dengan 30 November 1988. Dalam sistem perpetual perubahan-perubahan yang terjadi dalam persediaan dicatat pada perkiraan persediaan masing-masing. Karena itu selama bulan Desember 1988 dilakukan pencatatan dalam perkiraan-perkiraan persediaan ini, berdasarkan pencatatan yang telah dilakukan dalam jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal pembelian, jurnal pemakaian bahan, jurnal pengeluaran kas, maupun jurnal umum.

Perkiraan-perkiraan Penjualan, Piutang, Harga Pokok Penjualan, Barang Jadi, dan Kas dalam Perusahaan Maufaktur

Perkiraan-perkiraan penjualan, piutang, harga pokok penjualan, barang jadi, dan kas dibuka dengan saldo menurut neraca saldo per akhir periode sebelumnya. Perubahan-perubahan pada perkiraan-perkiraan ini terjadi sebagai akibat terjadinya transaksi yang dicatat dalam Jurnal Penjualan (JPJ), Jurnal Kas Masuk/ Jurnal Penerimaan Kas (JKM), dan Jurnal Umum (JU). Perubahan dalam perkiraan kas juga disebabkan oleh pencatatan dalam Jurnal Kas Keluar/Jurnal Pengeluaran Kas (JKK).

Perkiraan Bahan dan Perlengkapan, Utang Usaha, Barang Dalam Penyelesaian, Overhead Pabrik, dan Beban Lainnya

Perkiraan bahan dan perlengkapan, utang usaha, barang dalam penyelesaian, Overhead pabrik, dan beban lainnya dibuka dengan saldo menurut Neraca saldo akhir periode sebelumnya. Perubahan-perubahan pada perkiraan ini terjadi sebagai akibat terjadinya transaksi dicatat dalam Jurnal Pembelian (JPB), Jurnal Pengeluaran Kas/Jurnal Kas Keluar (JKK), Jurnal Pemakaian bahan (JBB), dan jurnal umum (JU). Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas (JKK) juga mempegaruhi perkiraan kas.

Contoh :
Jurnal Penualan :
Jurnal Pembelian :
Jurnal Penerimaan Kas :
Jurnal Pengeluaran Kas :
Jurnal Pemakaian Bahan Baku :
Jurnal Umum :

Maka buku besar atas jurnal jurnal diatas adalah :




























Neraca Saldo

Maka neraca saldonya adalah :
Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wassalamualaikum wr. wb.
Referensi :
  • Buku siklus akuntansi perusahaan manufaktur (Kelas 3 smester 5 dan 6)
Saya sarankan untuk membaca juga :

Tuesday, May 23, 2017

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Hallo temen-temen???
Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue :). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur, Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Laporan keuangan perusahaan manufaktur, seperti juga perusahaan-perusahaan lainnya, paling tidak juga harus berupa neraca dan laporan laba rugi. Karena sifat kegiatan dan akuntansinya berbeda, isi laporan keuangan perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang.

Neraca

Neraca perusahaan manufaktur, seperti neraca pada umumnya, meliputi :
  • Aktiva Lancar; 
  • Aktiva Tetap; 
  • Aktiva Lain-lian;
  • Pasiva Lancar;
  • Kewajiban Jangka Panjang;
  • Modal
Pebedaan dengan neraca perusahaan dagang terdapat pada Aktiva Lancar dalam penyajian persediaan. Dalam neraca perusahaan dagang hanya terdapat satu persediaan saja, yaitu Persediaan Barang Dagang, sedangkan dalam neraca perusahaan manufaktur terdapat tiga unsur persediaan, yaitu Persediaan bahan, Persediaan Barang Dalam Penyelesaian,  dan Persediaan Barang Jadi.

Perbedaan lainnya terdapat pada Aktiva Tetap. Dalam neraca perusahaan manufaktur terdapat aktiva tetap yang tidak dimiliki perusahaan dagang, seperti :
  • Bangunan Pabrik dan Akumulasi Penyusutan Bangunan Pabrik;
  • Mesin dan Akumulasi Penyusutan Mesin;
  • Peralatan Pabrik dan Akumulasi Penyusutan Peralatan Pabrik.

Di luar yang dikemukakan di atas, tidak terdapat perbedaan antara neraca perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur.

Contoh :
Dalam buku besar PT Muhamad Pajar Sidik, sebuah pabrik sepatu di Jakarta Selatan, terdapat antara lain perkiraan-perkiraan buku besar berikut dengan saldonya per 31 Desember 1989.

Kas
Rp.
2.000.000,-
Piutang Usaha

9.000.000,-
Taksiran Piutang Tak tertagih

1.000.000,-
Persediaan Bahan

7.000.000,-
Persediaan Barang Dalam Penyelesaian

4.000.000,-
Persediaan Barang Jadi

6.000.000,-
Perlengkapan Kantor

200.000,-
Sewa Dibayar Dimuka

1.000.000,-
Bangunan Pabrik

30.000.000,-
Akumulasi Penyusutan Bangunan Pabrik

6.000.000,-
Mesin dan Peralatan Pabrik

20.000.000,-
Akumulasi Penyusutan Meisn dan Peralatan Pabrik

5.000.000,-
Peralatan Kantor

6.000.000,-
Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor

2.000.000,-
Utang Usaha

8.000.000,-
Pinjaman Bank Jangka Pendek

20.000.000,-
Beban Yang Akan Dibayar

300.000,-
Modal Saham

30.000.000,-
Laba Ditahan

29.900.000,-

Berdasarkan data di atas dapat disusun neraca PT Muhamad Pajar Sidik pada tanggal 31 Desember 1989 seperti di bawah ini :

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi perusahaan manufaktur pada dasarnya sejalan dengan laporan laba rugi perusahaan dagang. Di dalamnya terdapat pendapatan dan biaya selama periode tertentu yang meliputi :
  • Penjualan;
  • Harga Pokok Barang Yang Dijual;
  • Laba Kotor Penjualan;
  • Beban Operasi;
  • Laba Bersih Operasi;
  • Pendapatan dan Beban Lain-lain;
  • Laba Bersih Sebelum Pajak;
  • Laba Bersih Setelah Pajak.
Perbedaan pokok terdapat dalam perhitungan harga pokok barang yang dijual.

Harga Pokok Barang Yang Dijual

Pada perusahaan manufaktur, persediaan awal barang jadi ditambahkan dengan Harga Pokok Barang Yang Dihasilkan, bukan dengan pembelian seperti pada perusahaan dagang. Dengan demikian perhitungan harga pokok barang yang dijual untuk perusahaan manufaktur dapat dilakukan sebagai berikut :

Persediaan awal barang jadi
Rp. xxxx

Harga pokok barang yang dihasilkan
Rp. xxxx
(+)
Barang jadi yang tersedia untuk dijual
Rp. xxxx

Persediaan Akhir barang jadi
Rp. xxxx
(-)
Harga Pokok barang yang dijual
Rp. xxxx


Harga Pokok Barang Yang Dihasilkan

Hal berikut yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai perhitungan harga pokok barang yang dihasilakan. Tentu saja perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan tidak sesederhana perhitungan harga pokok pembelian.

Harga pokok barang yang dihasilkan adalah biaya produksi yang diperhitungkan kepada barang jadi yang dihasilkan selama satu periode tertentu. Didalamnya terdapat unsur biaya bahan langsung, tenaga langsung, dan overhead pabrik. Juga perlu diperhatikan adanya adanya barang dalam penyelesaian pada awal dan akhir periode tersebut. Perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan dapat dilakukan sebagai berikut :

Pemakaian Bahan Langsung

Rp. xxxx

Tenaga Langsung

Rp. xxxx

Overhead Pabrik :



Bahan Tidak Langsung
Rp. xxxx


Tenaga Tidak Langsung
Rp. xxxx


Biaya Lainnya
Rp. xxxx


Total Overhead Pabrik

Rp. xxxx
(+)
Total Biaya Manufaktur

Rp. xxxx

Persediaan Awal Barang Dalam Penyelesaian

Rp. xxxx
(+)


Rp. xxxx

Persediaan Akhir Barang Dalam Penyelesaian

Rp. xxxx
(-)
Harga Barang Yang Dihasilkan

Rp. xxxx


Dalam perhitungan diatas terlihat pemakaian bahan langsung, yang menunjukan biaya bahan baku yang digunakan dalam periode tersebut. Untuk dapat menentukan pemakaian bahan langsung tersebut perlu dilakukan perhitungan sebagai berikut :

Persediaan Awal bahan
Rp. xxxx

Pembelian Bahan
Rp. xxxx
(+)
Bahan Yang Tersedian Untuk Dipakai
Rp. xxxx

Persediaan Akhir Bahan
Rp. xxxx
(-)
Bahan Yang Terpakai
Rp. xxxx

Bahan Tidak Langsung
Rp. xxxx
(-)
Pemakaian Bahan Langsung
Rp. xxxx



Pemakaian bahan tidak langsung hanya diperhitungkan sebagai pengurangan dari pemakaian bahan apabila persediaan bahan langsung tidak langsung dicatat pada perkiraan yang sama. Seandainya persediaan bahan baku dan bahan tidak langsung dicatat pada perkiraan yang sama. Seandainya persediaan bahan baku dan bahan tidak langsung dipisahkan, tidak perlu dilakukan pengurangan tersebut. 

Seringkali perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan dilakukan sekaligus, tanpa melakukan perhitungan terpisah untuk pemakian bahan langsung. Dalam hal demikian perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut :
Laporan laba rugi perusahaan manufaktur kemudian dapat disajikan dalam bentuk sebagai berikut :
Sekian artikel kali ini. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata.
Akhir kata wasaalamualikum wr. wb.
Referensi :
  • Buku siklus akuntansi perusahaan manufaktur kelas 3 semester 5 dan 6
Saya sarankan untuk membaca juga :